Senin, 31 Oktober 2016

Pembangunan Jalan Raya Desa Karangsari

  Pada artikel kali ini, saya akan membuat suatu tulisan tentang pengandaian tentang ide atau gagasan saya beberapa tahun kedapan untuk memajukan Indonesia.
Sebagai seorang pemuda saya ingin berkontribusi dalam memajukan negara yang sangat kita banggakan ini. Kita tahu bahwa negara kita ini adalah negara berkembang, negara yang ingin keluar dari masa jenuhnya, ya masa dimana kita menjadi negara yang tertinggal.
Di negara berkembang seperti negara kita ini pembangunan, kesejahteraan masyarakatnya, tingkat ekonomi dan bahkan yang sangat penting adalah pendidikan, masih belum merata seperti di Negara-negara maju di luaran sana. Apa yang menyebabkan semua itu terjadi? Ya salah satu penyebabnya adalah faktor pembangunan.
Di negara maju faktor pembangunan sudahlah sangat merata, berbeda dengan di negara kita masih banyak desa-desa yang belum tersentuh oleh pemerintah dalam hal pembangunan. Minimnya infrastruktur di desa-desa inilah yang menyebabkan desa-desa tertinggal tidak berkembang. Akses yang tidak menunjang, juga infrastruktur yang dibutuhkan dalam aktivitas ekonomi juga tidak ada. Bagaimana mau maju?
Salah satu desa yang akan saya soroti adalah Desa Karangsari, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat. Merupakan salah satu desa yang tertinggal di bidang perekonomian. Mengapa demikian? Sebab disana ada sebuah jalan rusak hingga menyerupai kali yang mengering. Padahal jalan ini merupakan salah satu akses tercepat untuk menuju kota Bandung dan jalan Karangsari-Cintaasih ini merupakan akses untuk warga pergi kepasar di Pasirsaji, pasalnya hanya pasar itulah yang terdekat. Aktifitas jual beli yang dilakukan para warga terjadi di pasar ini, walaupun pasar ini hanya terjadi pada hari kamis saja.
Dengan keadaan jalan yang seperti ini bagaimana desa yang melewati jalan ini akan maju? Pasalnya jalan ini merupakan akses para warga untuk meningkatkan ekonomi mereka. Jika jalannya saja seperti itu mana bisa desa itu akan maju, rupanya sangatlah mustahil. Karena aktifitas ekonomi juga sangat ditentukan oleh akses jalan. Bagaimana perekonomian bisa berjalan baik kalau akses jalannya tidak mendukung.
 Maka dari itu saya sebagai pemuda yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan suatu daerah berinisiatif dan memiliki gagasan untuk memperbaiki jalan tersebut menjadi layak digunakan seperti halnya jalan-jalan lainnya dan tetap memperhatikan pembuangan air ataupun selokan agar jalan tersebut tidak tergenang air disaat hujan turun. Dan juga memperhatikan lingkungan sekitar.
Jika jalan suatu daerah layak digunakan dan dilalui, maka menjadikan daerah  tersebut tingkat ekonominya menjadi lebih baik lagi, sehingga menjadikan daerah tersebut menjadi daerah yang maju.
Pembangunan yang baik bukanlah semata pembangunan yang hanya melihat estetika suatu bangunan dan juga meningkatkan kemajuan suatu daerah, namun pembangunan yang baik salah satunya adalah pembangunan yang tetap menjaga kelestarian daearah sekitarnya dan tanpa merusak lingkungan sekitar pula. Karena jika suatu pembanguan merusak lingkungan sekitarnya itu merupakan suatu pembangunan yang gagal.

Demikianlah kira-kira rencana, gagasan ataupun ide yang ada dalam pikiran saya untuk mengembangkan suatu daerah menjadi lebih maju lagi. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan semoga tulisan ini dari yang awalnya hanya sekedar tulisan biasa hingga dapat terealisasikan beberapa tahun ke depan bahkan bisa lebih baik lagi jika tulisan ini sampai ke telinga para pemimpin daerah yang memiliki keprihatinan terhadap daerah tertinggal menjadi sebuah daerah yang maju, baik itu tingkat ekonomi maupun lainnya. Aamiin yarobal alamiin.

Sabtu, 01 Oktober 2016

Peran Kebudayaan Hindu-Budha, Islam dan Modern Di Indonesia

      I.            KEBUDAYAA HINDU-BUDHA
Letak geografis kepulauan Indonesia telah menjadikan kepulauan Indonesia sebagai jalur perdagangan Internasional. Kepulauan Indonesia menjadi daerah transit ( pemberhentian ) sebelum  melanjutkan ke kedua bagian negara tersebut. Orang-orang Indonesia ternyata ikut aktif juga dalam perdagangan tersebut sehingga terjadilah kontak hubungan di antara keduanya (Indonesia - India dan Indonesia -Cina ). Hubungan itu akhirnya memberikan pengaruh terhadap perkembangan masyarakat Indonesia selanjutnya. 

A. Teori Kolonisasi
Teori ini berusaha menjelaskan proses masuk dan berkembangnnya agama dari kebudayaan Hindu-Buddha  di indonesia dengan menekankan pada peran aktif dari orang-orang India dalam menyebarkan pengaruhnnya di Indonesia. Teori kolonisasiini terbagi dalam beberapa Hipotesis, yaitu
a. Hipotessis Waisya 
N.J. Krom menyebutkan bahwa proses masuknya kebudayan Hindu-Budha melalui hubungandagang antara India dan Indonesia. Para pedagang India yang berdagang di Indonesia disesuaikan dengan angin musim . Apabila anging musim tidak memungkinkan mereka untuk kembali, maka dalam waktu tertentu menetap di Indonesia. Selama para pedagang India tersebut menetap di Indonesia, memungkinkan terjadinya perkawinan dengan perempuan-perempuan pribumi. Namun, teori ini memiliki kelemahan yaitu para pedagang yang termasuk dalam kastsa Waisya tidak menguasai bahsa Sansekerta dan huruf Pallawa yang umumumnya hanya dikuasai oleh kasta Brahmana.
b. hipotesa Ksatria
1. C.C Berg
Mengemukakan bahwa golongan yang tuurut menyebarkan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonsia adalah para petualang yangsebagian besar berasal dari golongan Ksatria . Para Ksatria ini ada yang terlibat konflik dalam masalah perebutan kekuasaan di Indonesia. Bantuan yang diberikan oleh Ksatria sedikit banyak membantu kemenangan bagi salah satu kelompok atau suku yang bertikai. Sebagai hadiah atas kemenangan itu, ada diantara mereka yang dinikahkan dengan salah seorang putri dari kepala suku yang dibantunya. Dan dimulai dari situlah mereka memulai menyebarkan ajarannya.
2 Mookerji
Mengatakan bahwa golongan Ksatria ( tentara ) dari india yang membawa pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha ke Indonesia. Para Ksatria ini kemudian membangun koloni-koloni dan kemudian berubah menjadi kerajaan, dan kemudian mengadakan hubungan perdagangan.


3. J.L Moens
Sekitar abad ke-5, banyak kerajaan-kerajaan di India Selatan yang mengalami kehancuran. Ada diantara para keluarga kerajaan tersebut, yaitu para ksatrianya yang melarikan diri ke Indonesia. Mereka ini selanjutnya mendirikan kerajaan-kerajaan di pulau Nusantara.
Kekuataan hipotesa Ksatria ini terletak pada kenyataan bawa semangat berpetualang pada saat itu umumnya dimiliki oleh para Ksatria. Namun terdapat pula kelemahan dalam hipotesa yang dikemukakan oleh Berg, Moens, dan Mookerji, diantaranya adalah :
a) Para Ksatria tidak menguasai bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa;
b) Apabila daerah Indonesia pernah menjadi daerah taklukkan kerajaan-kerajaan India, tentunya ada bukti prasasti (jaya prasasti) yan menggambarkan penaklukkan tersebut. Akan tetapi, baik di India maupun Indonesia tidak ditemukan prasasti semacam itu.

 c. Hipotesis Brahmana
            Hipotesis ini menyatakan bahwa tradisi India yang menyebar ke Indonesia dibawa oleh golongan Brahmana. Pendapat mi dikemukan oleh J.C.Van Leur. Berdasarkan pada pengamatannya terhadap sisa-sisa peninggalan kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha di Indonesia, terutama pada prasasti-prasasti yang menggunakan bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa, maka sangat jelas itu adalah pengaruh Brahmana.
Kelemahan dari hipotesa ini yaitu dalam tradisi agama Hindu terdapat pantangan bagi kaum Brahmana untuk menyebrangi lautan.
2. Teori Arus Balik (F.D.K Bosch)
Menurut teori ini, yang pertama kali datang ke Indonesia adalah mereka yang memiliki semangat untuk menyebarkan Hindu-Buddha, yaitu para intelektual yang ikut menumpang kapal-kapal dagang. Setelah tiba di Indonesia, mereka menyebarkan ajarannya. Karena pengaruhnya itu, ada di antara tokoh masyarakat yang tertanik untuk mengikuti ajarannya tersebut. Pada perkembangan selanjutnya banyak orang Indonesia sendiri yang pergi ke India untuk berkunjung dan belajar agama Hindu-Buddha di India. Sekembalinya di Indonesia, merekalah yang mengajarkannya kepada masyarakat Indonesia yang lain. Bukti-bukti dari pendapat tersebut adalah adanya prasasti Nalanda.
Berikut adalah dampak pengaruh agama hindu buddha di Indonesia
1.                  Bidang Politik dan pemerintahan
Munculnya kerajaan kerajaan Hindu dan Buddha seperti Sriwijaya, singasari, Mataram kuno,dan lainya. Sistem pemerintahan mengikuti pola dari India yaitu kerajaan, dimana kekuasaan dipegang oleh raja dan bersifat turun temurun. Pergantian penguasaan berdasarkan keturunan.
2.                  Bidang Agama
Masyarakat di Indonesia yang semula menganut animisme dan dinamisme beralih menjadi memeluk aama Hindhu dan Buddha. meskipun demikian, kepercayaan asli tidak hilang akibat tergeser oleh agama Hindhu dan Buddha
3.                  Bidang Ilmu pengetahuan
Di kenalnya sistem pengetahuan yaitu seperti huruf pallawa dan bahasa Sansekerta menjadi pembuka jalan bagi perkembangan ilmu dan pengetahuan. Para Brahmana berperan sebagai rohanaiwan sekaligus ilmuwan
4.                  Bidang sosial
Sebelum masuk pengaruh Hindhu dan Buddha, stratifikasi sosial didasarkan pada profesi. Namun setelah masuk pengaruh Hindhu dan Buddha, sistem stratifikasi mengikuti ola dari india yaitu pembagian masyarakat berdasarkan sistem kasta.
5.                  Bidang seni Budaya
Pengaruh Hindhu Buddha dalam bidang seni dan budaya dapat dilihat dari penyelenggaraan upacara keagamaan seperti : seni tari, seni sastra, sesaji, arsitektur pada bangunan candi dan seni relief.

   II.            KEBUDAYAAN ISLAM
Indonesia merupakan wilayah yang terkenal dengan rempah-rempahnya, sehingga banyak para pedagang maupun saudagaar dari seluruh Dunia datang ke wilayah Indonesia, tidak terkecuali bangsa Arab (Muslim). sambil berdagang mereka para pedagang muslim sembari berdakwah di Wilayah Indonesia untuk memperkenalkan ajaran Islam kepada para penduduk di Indonesia. Dan berikut ini ada beberapa cara masuknya Islam ke daratan Indonesia.

Teori Masuknya Islam Ke Indonesia
Menurut beberapa sejarawan, pada abad ke-13 Masehi, Islam telah masuk ke Nusantara yang di bawa oleh para pedagang muslim. Terdapat 3 teori tentang masuknya islam ke Indonesia, yaitu :
1. Teori Gujarat (Snouck Hurgronje)
Snouck Hurgronje menuturkan bahwa masuknya Agama Islam ke Indonesia dibawa oleh para pedagang Gujarat pada abad ke-13 M.


2. Teori Persia (P.A Husein Hidayat)
P.A Husein Hidayat menyatakan bahwa masuknya Agama Islam ke Indonesia dibawa oleh pedagan Persia (Iran), hal tersebut berdasarkan kesamaan antara kebudayaan Islam di Indonesia dengan yang ada di Persia.


3. Teori Mekkah
Menyatakan bahwa masuknya Islam ke Indonesia langsung dibawa para pedagang Mekkah, teori ini berdasarkan dari sebuah cerita dari China yang menyatakan bila pada abad ke-7 sudah terdapat perkampungan Muslim dipantai barat Sumatera.


Proses Masuknya Islam Ke Indonesia
Masuknya Islam ke Indonesia berlangsung dengan damai & menyesuaikan dengan adat & istiadat penduduk lokal. Ajaran Islam yang tidak mengenal perbedaan kasta membuat ajaran ini sangat diterima penduduk lokal. Dan berikut ini ada beberapa cara masuknya Islam ke Indonesia.
a.       Perdagangan,
Para pedagang Indonesia yang telah masuk islam menyebarkannya kepada sesama pedagang Indonesia, tetangganya dan keluarganya.
b.      Perkawinan,
Beberapa penduduk lokal beranggapan jika para pedagang muslim merupakan kalangan yang terpandang, sehingga banyak mereka penguasa pribumi yang akhirnya menikahkan anaknya dengan pedagang muslim. Sebagai syaratnya sang gadis harus masuk atau memeluk Agama Islam terlebih dahulu, hal tersebut yang diduga memperlancar dalam penyebaran ajaran islam di Nusantara.
c.       Pendidikan,
Penyebaran islam disebarkan melalui pendidikan, baik di pesantren maupun di pondok-pondok yang diselenggaran oleh guru agama dan ulama.
d.      Pertunjukan seni,
Kesenian wayang merupakan warisan dari budaya yang masih terjaga hingga sampai saat ini, dalam penyebaran ajaran Islam wayang sangat memiliki peranan yang sangat konkrit. Contohnya seperti, sunan kalijaga yang merupakan salah satu tokoh Islam yang menggunakan pementasan wayang untuk berdakwah.



e.       Politik,
Kerajaan islam memerangi kerajaan non islam. Kemenangan islam secara politisi berpengaruh terhadap pengislaman penduduk. Kebanyakan masyarakan masuk islam setelah rajanya memeluk islam terlebih dahulu.
f.        Tasawuf
Melalui tasawuf, corak islam diajarkan kepada penduduk pribumi memiliki persamaandengan alam pikiran mereka sehingga mudah dimengerti.

Dengan menggunakan berbagai macam cara tersebut, agama islam dapat tersebar luas diberbagai daerah di Indonesia. Cara masuk islam tersebut, ada beberapa faktor lain yang mempermudah agama islam masuk ke Indonesia, yaitu :
·         Islam yang disebarkan di Indonesia telah mengalami percampuran dengan pengaruh Hindu.
·         Islam lebih demokrasi.
·         Penyebaran islam dilakukan dengan cara damai
·         Islam bersifat tebuka.
Salah satu bukti pengaruh budaya masyarakat Islam di Indonesia adalah adanya perubahan materi corak dan cara berpakaian. Busana yang tak asing lagi dalam masyarakat Islam adalah baju kurung dan penutup rambut bagi kaum perempuan. Busana di masyarakat Islam di Indonesia bukan hanya sebagai penutup aurat tetapi berkembang sebagai keindahan berbusana. Beberapa tradisi busana Islami kaum perempuan yang berkembang di Indonesia adalah baju kurung dan kerudung atau penutup rambut. Baju kurung biasa juga disebut tunik. Dalam literatur yang ada, baju panjang atau baju kurung masuk melalui pedagang dan wisatawan muslim yang datang ke Nusantara.

Penutup kepala juga tidak melulu hanya kain panjang yang ditaruh di kepala. Masyarakat Islam di Indonesia memiliki berbagai gaya lilitan di kepala. Di Jambi misalnya, kain lilitan di kepala perempuan disebut kuluk. Gaya lilitan ini adalah pengaruh dari India. Masuk ke Indonesia dengan mendapat modifikasi dengan kain batik atau songket. Kain lilitan di kepala ini umumnya digunakan dengan baju kurung, terutama di kawasan Sumatra.

III.            KEBUDAYAAN BARAT/MODERN
Masuknya budaya Barat ke Indonesia disebabkan salah satunya karena adanya krisis globalisasi yang meracuni Indonesia. Pengaruh tersebut berjalan sangat cepat dan menyangkut berbagai bidang kehidupan. Tentu saja pengaruh tersebut akan menghasilkan dampak yang sangat luas pada sistem kebudayaan masyarakat. Begitu cepatnya pengaruh budaya asing tersebut menyebabkan terjadinya goncangan budaya(culture shock), yaitu suatu keadaan dimana masyarakat tidak mamapu menahan berbagai pengaruh kebudayaan yang datang dari luar sehingga terjadi ketidakseimbangan dalam kehidupan masyarakat yang bersangkutan. Adanya penyerapan unsur budaya luar yang di lakukan secara cepat dan tidak melalui suatu proses internalisasi yang mendalam dapat menyebabkan terjadinya ketimpangan antara wujud yang di tampilkan dan nilai-nilai yang menjadi landasannya atau yang biasa disebut ketimpangan budaya.
Budaya asing yang masuk keindonesia menyebabkan multi efek. Budaya Indonesia perlahan-lahan semakin punah. Berbagai iklan yang mengantarkan kita untuk hidup gaul dalam konteks modern dan tidak tradisional sehingga memunculkan banyaknya kepentingan para individu yang mengharuskan berada diatas kepentingan orang lain. Akibatnya terjadi sifat individualisme semakin berpeluang untuk menjadi budaya kesehariannya. Ini semua sebenarnya terhantui akan praktik budaya yang sifatnya hanya memuaskan kehidupan semata. Sebuah kebobrokan ketika bangsa Indonesia telah pudar dalam bingkai kenafsuan belaka berprilaku yang sebenarnya tidak mendapatkan manfaat sama sekali jika dipandang dari sudut keislaman. Artinya dizaman Edan sekarang ini manusia hidup dalam tingkat Hidonisme yang sangat tinggi berpikir dalam jangka pendek hanya mencari kepuasaan belaka dimana kepuasaan tersebut yang menyesatkan umat islam untuk berprilaku. Salah satu contoh Serdehana sesuai dengan kenyataan, Dari cara berpakaian banyak remaja- remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Pada hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa. Jika pengaruh di atas dibiarkan, apa jadinya Moral generasi bangsa kita, timbul tindakan anarkis antara golongan muda. dengan adanya budaya barat atau budaya asing di Indonesia, dapat membawa dampak bagi Indonesia. Dampak masuknya budaya asing antara lain. terjadi perubahan kebudayaan, pembauran kebudayaan, modernisasi, keguncangan budaya, melemahnya nilai-nilai budaya bangsa. Dampak tersebut membawa pengaruh besar bagi Indonesia, baik dari segi postif, maupun negatif. Indonesia, masih terlalu lemah dalam menyaring budaya yang baik di ambil dengan yang tidak, "maka kita semua sebagai warga Indonesia wajib membanggakan apa saja yang sudah menjadi budaya kita sendiri", jangan sampai melupakan budaya lama dengan sudah menemukan budaya baru.

Kesimpulan :
Dari berbagai macam kebudayaan yang masuk ke Nusantara, semuanya itu sangat berperan terhadap perkembangan kebudayaan di Nusantara ini. Baik itu kebudayaan Hindu-Budha, Islam maupun kebudayaan modern. Namun saat ini kebudayaan modern mendominasi di Nusantara, karena sifatnya yang moden membuat kebudayaan Barat/modern sangat mudah untuk tersebar.

Daftar pustaka :

ASPEK HUKUM DALAM PEMBANGUNAN

aspek hukum dalam jasa konstruksi Pada pelaksanaan Jasa Konstruksi harus memperhatikan beberapa aspek hukum : v   Keperdataan ; m...