TIPE KEPEMIMPINAN
Pemimpin merupakan tokoh utama dan orang yang paling bertanggung jawab atas keberhasilan dan kegagalan organisasi yang dipimpinnya, termasuk didalamnya keberhasilan membentuk pemimpin pemimpin baru untuk generasi selanjutnya. pemempin merupakan nahkoda utama dalam membawa kemana organisasi yang dipimpinnya mau dibawa.
Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk memimpin suatu organisasi atau apa saja yang berhubungan dengan kepemimpinan. Menurut Hersey & Blanchard (1982), gaya kepemimpinan dikelompokkan menjadi empat dimensi, yaitu Telling, Selling, Participating, dan Delegating.
1.Telling
Merupakan cara atau gaya memimpin yang kurang mempercayai bawahannya dan banyak memberikan instruksi atau perintah kepada bawahannya, gaya ini tidak terlalu memperdulikan hubungan dengan bawahannya. Biasanya ketidakmauan mereka merupakan akibat dari ketidakyakinannya atau kurangnya pengalaman dan pengetahuan mengenai tugas yang diberikan. Gaya kepemimpinan yang tepat adalah instruksi karena peranan pemimpin yang membatasi peranan bawahan dan menginstruksikan kepada mereka tentang apa, bagaimana, bilamana, dan dimana harus melakukan tugas tertentu.
2. Selling
Merupakan gaya kepemimpinan yang lebih menitik beratkan pada tuntutan untuk menyelesaikan tugas, namun juga menjaga dan memperhatikan hubungan dengan bawahannya. Seseorang yang tak mampu namun berkeinginan untuk memikul tanggung jawab, memiliki keyakinan tapi kurang memiliki keterampilan/keahlian. Oleh karena itu, gaya konsultasi merupakan gaya yang sesuai dipergunakan dalam situasi seperti ini, yang dapat memberikan perilaku mengarahkan karena bawahan kurang mampu juga memberikan perilaku mendukung untuk memperkuat kemampuan dan antusiasme bawahan. Dalam gaya ini, komunikasi dua arah akan membantu mempertahankan motivasi bawahan yang tinggi dan pada saat yang sama, tanggung jawab untuk kontrol atas pembuatan keputusan tetap ada pada pimpinan.
3. Participating
Gaya partisipasi dipergunakan bagi bawahan dengan tingkat kematangan sedang merujuk ke tinggi. Orang-orang pada tingkat perkembangan ini memiliki kemampuan tetapi kemauannya rendah untuk melakukan suatu tugas yang diberikan. Ketidakmauan itu disebabkan oleh ketidakyakinan mereka untuk mengerjakan tugas yang diberikan. Dalam kasus ini, pimpinan perlu membuka komunikasi dua arah dan secara aktif mendengar dan mendukung usaha-usaha para pengikut untuk menggunakan kemampuan yang mereka miliki. Melalui gaya partisipasi, pimpinan dan bawahan bisa saling bertukar ide dalam pembuatan keputusan dengan peranan utama pimpinan memberikan fasilitas dan berkomunikasi. Ditandai dengan gaya kepemimpinan yang lebih menitik beratkan pada hubungan tapi kurang memperhatikan penyelesaian tugas-tugas yang mesti diselesaikan.
4. Delegating
Gaya kepemimpinan ini memberikan sedikit pengarahan, para bawahan diperkenankan untuk melaksanakan sendiri dan memutuskan tentang bagaimana, kapan, dan dimana melakukan suatu tugas. Karena secara psikologis bawahan sudah matang, maka tidak diperlukan banyak komunikasi dua arah atau perilaku mendukung.







