Komunikasi adalah "suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain". Jadi komunikasi merupakan hal yang penting bagi manusia. Seperti yang kita sudah kita ketahui, manusia merupakan mahluk sosial, bergantung dengan yang satu dengan yang lainnya.
Dalam
kehidupan organisasi, baik dalam bentuk organisasi perusahaan yang berorientasi
laba (profit), maupun organisasi kemasyarakatan (social), kerjasama para
anggota organisasi di dalamnya mutlak diperlukan. Komunikasi dalam sebuah
organisasi perusahaan khususnya dan umumnya organisasi-organisasi lain,
biasanya terjadi dalam dua kontek, yaitu komunikasi yang terjadi di dalam
perusahaan (internal communication) dan komunikasi yang terjadi diluar
perusahaan (external communication).
Di dalam
komunikasi internal, baik secara vertical, horizontal, maupun diagonal sering
terjadi kesulitan yang menyebabkan terjadinya ketidaklancaran komunikasi atau
dengan kata lain terjadi miss komunikasi. Kesulitan ini terjadi dikarenakan
adanya kesalahpahaman, adanya sifat psikologis seperti egois, kurangnya
keterbukaan antar pegawai, adanya perasaan tertekan dan sebagainya, sehingga
menyebabkan komunikasi tidak efektif dan pada akhirnya tujuan organisasi pun
sulit untuk dicapai.
Dengan adanya kesulitan-kesulitan atau
masalah-masalah dalam komunikasi internal tersebut, menyebabkan komunikasi dua
arah (two way communication) menjadi terhambat dan dirasakan tidak harmonis .
Ketidak harmonisan komunikasi ini, dapat menimbulkan terjadinya hubungan kerja
yang kurang baik, dan apabila hal ini dibiarkan akan menimbulkan implikasi yang
kurang baik terhadap gairah kerja, motivasi kerja, konsentrasi kerja, dan pada
akhirnya akan membawa dampak negatif terhadap produktivitas kerjanya.
Hambatan
komunikasi dalam suatu organisasi antara atasan dan bawahan bisa terjadi setiap
saat hal ini di karenakan pimpinan suka melempar kesalahan kepada bawahan
walaupun itu kesalahan tidak sepenuhnya disebabkan oleh karyawannya, pimpinan
tidak mau mendengarkan masukan ataupun ide dari bawahannya karena dia merasa
benar dengan alasan yang tidak jelas, mudah marah kepada bawahan, terkadang
pimpinan merasa memberikan feed back tapi belum spesifik, sehingga bawahan pun
menjadi bingung.
Maka dari itu
kejadian seperti itu haruslah dihilangkan. Manajer dan bawahan harus terasah
berkomunikasi dan memberikan umpan balik secara spesifik.
Faktor faktor yang mempengaruhi sehingga terjadinya
kesejangan/hambatan dalam komunikasi :
Ada dua jenis gangguan terhadap jalannya komunikasi yang
menurut sifatnya dapat diklasifikasikan sebagai gangguan mekanik dan gangguan
sematik.
a. Gangguan Mekanik adalah
gangguan yang disebabkan saluran komunikasi atau kegaduhan yang bersifat fisik.
Misalnya bunyi kendaraan yang lewat ketika pemimpin sedang berbicara dalam
suatu pertemuan.
b. Gangguan Sematik adalah
bersangkutan dengan pesan komunikasi yang pengertiannya menjadi rusak. Gangguan
sematik tersaring ke dalam pesan melalui penggunaan bahasa. Lebih banyak
kekacauan mengenai pengertian suatu istilah atau konsep yang disampaikan
komunikator yang diartikan lain oleh komunikan sehingga menimbulkan salah pengertian.
Selain itu
kepentingan, motivasi terpendam, dan juga
prasangka menjadi faktor yang mempengaruhi terjadinya
kesenjangan/hambatan dalam komunikasi.
Kelancaran komunikasi mempengaruhi efisiensi kerja. Cara yang efektif
agar proses komunikasi atasan bawahan dapat berjalan dengan lancar, maka dengan
mempergunakan sistem dialogis. Komunikasi dialogis yaitu komunikasi dua arah
yang bersifat timbal balik “penyampai pesan adalah juga penerima pesan”.
Komunikasi dialogis berfungsi untuk menghindari kecendrungan pemimpin untuk
menafsirkan sendiri setiap pesan atau instruksi yang ia berikan.
Untuk mengatasi hambatan-hambatan pada proses komunikasi dialogis
antara pemimpin dan karyawan, maka sorang pemimpin harus dapat menerapkan gaya
kepemimpinan yang tepat sesuai kondisi perusahaan.
Cara mengatasi hambatan
dalam komunikasi :
1. Gunakan umpan balik.
2. Kenali si penerima berita
3. Rencanakan secara teliti, pertimbangkan baik-baik, apa,
mengapa, siapa, bagaimana, kapan.
Bila
komunikasi dianggap faktor penting bagi keberhasilan organisasi maka menentukan
jenis komunikasi yang penting dalam organisasi pun menjadi hal yang penting
pula. Dennis (1975) menemukan lima faktor yang dianggap paling penting oleh
anggota organisasi dalam berkomunikasi. Kelima faktor tersebut adalah
Komunikasi atasan dengan bawahan, komunikasi dari atasan ini akan menjadi lebih
efektif jika :
Ø bila
antara atasan dengan bawahan dapat menjalin hubungan saling mempercayai dan
mendukung.
Ø komunikasi
ke bawah, yaitu penyampaian pesan dari atasan kepada pekerja. Bisa berupa memo,
tatap muka dan lain sebagainya.
Ø komunikasi
ke atas, yaitu penyampaian pesan dari bawahan kepada atasan. Biasanya berupa
laporan kerja
Ø komunikasi
horisontal, komunikasi yang terjadi antarpekerja dalam tingkatan struktur yang
sama, biasanya berbentuk gosip, selentingan
Ø komunikasi
nonformal, bisa diartikan sebagai komunikasi yang dilakukan di luar bentuk
formal semacam rapat.
Dengan demikia, komunikasi yang efektif akan menciptakan
hubungan kerja yang harmonis, penuh keterbukaan sehingga diharapkan perusahaan
mendapatkan feed back dalam bentuk dukungan dari karyawan, melalui kerja yang
produktif, bersemangat, dan dengan moralitas yang tinggi . Gairah kerja yang
ditimbulkan dengan adanya komunikasi yang efektif akan mendukung motivasi dan
aspirasi karyawan untuk bekerja lebih giat sehingga produktivitas kerja dapat
tercapai .
Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi
http://artikel-opiniku.blogspot.co.id/2014/10/kesenjangan-komunikasi-antara-atasan.html
http://kuliahkomunikasi.blogspot.co.id/2008/03/pengaruh-komunikasi-internal.html
http://jurnalapapun.blogspot.co.id/2014/03/hambatan-hambatan-komunikasi-dalam.html
Nama
: Diva R. Amsori
Kelas : 1TA04
NPM : 12316146

Tidak ada komentar:
Posting Komentar