Pendidikan merupakan sebuah kata untuk suatu proses
pembentukan kepribadian seorang individu agar menjadi individu yang baik.
Proses tersebut berupa pembelajaran. Selain pembentukan kepribadian PENDIDIKAN
juga merupakan suatu cara untuk menyiapkan para generasi-generasi yang dapat
memperbaiki Negara ini. Karena dari itu kami mengambil sebuah proyek tentag
pendidikan untuk dijadikan bahan kami tugas kami.
Untuk menyelesaikan tugas yang
diberikan oleh dosen kami, maka dari kelompok kami yang beranggotakan saya
sendiri dan ke-2 teman saya yaitu M.Rifqi Aufa dan Sri Hartati mewawancarai
salah satu narasumber yang bernama Bapak Edi sebagai mandor dalam proyek
tersebut dari CV. Butuha Bosi Frima. Tapi sebelumnya saya ingin meminta maaf
kepada dosen saya, dikarena saya tidak bisa ikut mewawancarai narasumber, ada
suatu urusan keluarga yang tidak dapat saya tinggalkan yang waktunya bersamaan
dengan janji kami kepada narasumber untuk diwawancara.
![]() |
| (Bapak Edi, selaku narasumber) |
SDN
Kalibaru 6, yaitu nama SD yang beralamatkan di Kp. Cilodong RT.02/05 kel. Kalibaru Kec. Cilodong Kkota Depok yang
dijadikan bahan untuk tugas kami. SD ini mengalami pembangunan ulang sebanyak 4
ruang kelas dan 1 ruangan perpustakaan (diluar kontrak), dikarnakan bangunan
lama yang roboh. Robohnya bangunan ini menurut narasumber disebabkan usia
bangunan yang sudah tua. Akibat dari kejadian ini siswa yang ruang kelasnya
roboh di ungsikan oleh pihak sekolah untuk menumpang sementara waktu di SMPN 6
Kalibaru.
Menurut
narasumber respon pemerintah terhadap robohnya bangunan sekolah ini sudah
termasuk cepat. Bangunan kelas yang roboh terjadi sekitar bulan Maret 2016 dan
mulai dibangun kembali pada tanggal 1 September 2016 dan diproyeksikan akan
selesai pada tanggal 25 November 2016. Atas permohonan dari pihak sekolah
kepada pemerintah daerah, maka pemerintah daerah memberikan dana APBD (Angaran
Pendapatan dan Belanja Daerah) sebesar ± Rp. 716.000.000,-.
Pelaksanaan
pembangunan ini dilaukan dengan cara tender, dan yang dimenangkan oleh CV. Butuha
Bosi Frima dengan kesepakatan 2.5 juta tiap meternya. Satu bangunan kelas
memiliki ukuran 7x9 meter.
Untuk sebuah
kendala dalam pelaksanaan pembangunan ini, narasumber mengatakan tidak terjadi
kendala yang cukup besar hanya saja kendala yang di alami pada saat pembangunan
yaitu kendala cuaca yang sulit untuk di tebak, sehingga menyebabkan pembangunan
sedikit terhambat.
Beberapa foto bangunan dan bahan bangunan yang diambil pada
saat mendatangi lokasi pembangunan:
Demikian yang dapat saya sampaikan
informasi dari pembangunan kembali ruang kelas di SDN Kalibaru 6 yang roboh
semoga dapat bermanfaat dan semoga bisa jadi bahan pertimbangan bagi tugas
berikutnya. Dan mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan dan tutur
kata yang kurang baik dari saya. Wasalam...








Tidak ada komentar:
Posting Komentar