PENGERTIAN MASYARAKAT PERKOTAAN & MASYARAKAT PEDESAAN
![]() |
| (Masyarakat perkotaan) |
Masyarakat perkotaan (urban community) lebih
ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda
dengan masyarakat pedesaan pada umumnya. Masyarakat perkotaan juga
memiliki arti sebagai masyarakat yang hidup di suatu tempat yang telah
terpengaruh oleh globalisasi.
Menurut Max
Weber, kota menurutnya, apabila penghuni setempatnya dapat memenuhi sebagian
besar kebutuhan ekonominya dipasar lokal.
![]() |
| (Masyarakat Pedesaan) |
Masyarakat pedesaan (rural community) adalah masyarakat yang penduduknya mempunyai mata pencaharian
utama di sektor bercocok tanam, perikanan, peternakan. Masyarakat pedesaan
juga dapat diartikan sebagai masyarakat yang tinggal disuatu tempat yang belum
terpengaruh seutuhnya oleh globalisasi dan masih memegang teguh kepada adat
istiadat setempat.
Sedangkan menurut Rifhi Siddiq, desa adalah
suatu wilayah yang mempunyai tingkat kepadatan rendah yang dihuni oleh penduduk
dengan interaksi sosial yang bersifat homogen, bermatapencaharian dibidang
agraris serta mampu berinteraksi dengan wilayah lain di sekitarnya.
CIRI-CIRI
MASYARAKAT PERKOTAAN & MASYARAKAT PEDESAAN
Masyarakat
perkotaan dan masyarakat pedesaan memiliki ciri-ciri tersendiri, tentunya
ciri-ciri itu berbeda antara satu dengan yang lain.
1. Ciri-ciri
Masyarakat Perkotaan
Masyarakat perkotaan
memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Ø Kehidupan keagamaannya berkurang, kadangkala tidak
terlalu dipikirkan karena memang kehidupan yang cenderung kearah keduniaan
saja.
Ø Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri
tanpa harus berdantung pada orang lain (Individualisme).
Ø Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih
tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
Ø Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan
juga lebih banyak diperoleh warga kota.
Ø Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan
pentingnya faktor waktu bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti
sangat penting, intuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
Ø Perubahan-perubahan tampak nyata dikota-kota,
sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.
2.
Ciri-ciri Masyarakat Pedesaan
Dalam buku Sosiologi karangan Ruman Sumadilaga seorang ahli
Sosiologi “Talcot Parsons” masyarakat pedesaan memiliki ciri-ciri sebagai berikut
:
Ø Afektifitas ada
hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta , kesetiaan dan kemesraan.
Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong, menyatakan simpati
terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih.
Ø Orientasi kolektif
sifat ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas, yaitu mereka mementingkan
kebersamaan , tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang berbeda
pendapat, intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan.
Ø Partikularisme pada
dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk
suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan
sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja.(lawannya
Universalisme)
Ø Askripsi yaitu
berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan
suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah
merupakan kebiasaan atau keturunan.(lawanya prestasi).
Ø
Kekabaran (diffuseness). Sesuatu yang tidak jelas terutama dalam
hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Masyarakat
desa menggunakan bahasa tidak langsung, untuk menunjukkan sesuatu. Dari uraian
tersebut (pendapat Talcott Parson) dapat terlihat pada desa-desa yang masih
murni masyarakatnya tanpa pengaruh dari luar.
PERBEDAAN MASYARAKAT KOTA & MASYARAKAT PEDESAAN
Masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan tentunya memiliki beberapa
perbedaan antara satu dengan yang lain, masing-masing
punya karakteristik tersendiri, punya
sistem yang mandiri, serta proses-proses sosial yang sangat berbeda, bahkan dikatakan
“berlawanan”. Perbedaan itu diantaranya :
Masyarakat
Pedesaan :
1. Perilaku homogen
2. Perilaku yang dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan
kebersamaan
3. Perilaku yang berorientasi pada tradisi dan status
4. Isolasi sosial, sehingga statik
5. Kesatuan dan keutuhan kultural
6. Banyak ritual dan nilai-nilai sakral
7. Kolektivisme
Masyarakat
Perkotaan :
1. Perilaku heterogen
2. Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri
dan kelembagaan
3. Perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan
fungsi
4. Mobilitassosial,sehingga dinamik
5. Kebauran dan diversifikasi kultural
6. Birokrasi fungsional dan nilai-nilaisekular
7. Individualisme
Akan
tetapi walaupun demikian masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan saling
berkaitan satu sama lain. Mereka saling melengkapi walaupun mereka memiliki
perbedaan. Masyarakat perkotaan membutuhkan masyarakat pedesaan untuk memenuhi
kebutuhan pangan mereka, begitu pula masyarakat pedesaan membutuhkan peran
masyarakat perkotaan untuk kebutuhan lapangan pekerjaan contohnya.
Maka
dari itu walaupun mereka memiliki banyak perbedaan tetapi mereka saling
membutuhkan satu sama lain.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar