Senin, 23 Januari 2017

MASYARAKAT PERKOTAAN & MASYARAKAT PEDESAAN


PENGERTIAN MASYARAKAT PERKOTAAN & MASYARAKAT PEDESAAN

(Masyarakat perkotaan)
Masyarakat perkotaan (urban community) lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan pada umumnya. Masyarakat perkotaan juga memiliki arti sebagai masyarakat yang hidup di suatu tempat yang telah terpengaruh oleh globalisasi.
 Menurut Max Weber, kota menurutnya, apabila penghuni setempatnya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya dipasar lokal.

(Masyarakat Pedesaan)
Masyarakat pedesaan (rural community) adalah masyarakat yang penduduknya mempunyai mata pencaharian utama di sektor bercocok tanam, perikanan, peternakan. Masyarakat pedesaan juga dapat diartikan sebagai masyarakat yang tinggal disuatu tempat yang belum terpengaruh seutuhnya oleh globalisasi dan masih memegang teguh kepada adat istiadat setempat.
Sedangkan menurut Rifhi Siddiq, desa adalah suatu wilayah yang mempunyai tingkat kepadatan rendah yang dihuni oleh penduduk dengan interaksi sosial yang bersifat homogen, bermatapencaharian dibidang agraris serta mampu berinteraksi dengan wilayah lain di sekitarnya.

CIRI-CIRI MASYARAKAT PERKOTAAN & MASYARAKAT PEDESAAN
                                Masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan memiliki ciri-ciri tersendiri, tentunya ciri-ciri itu berbeda antara satu dengan yang lain.
1.      Ciri-ciri Masyarakat Perkotaan
Masyarakat perkotaan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Ø  Kehidupan keagamaannya berkurang, kadangkala tidak terlalu dipikirkan karena memang kehidupan yang cenderung kearah keduniaan saja.
Ø  Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus berdantung pada orang lain (Individualisme).
Ø  Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
Ø  Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota.
Ø  Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting, intuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
Ø  Perubahan-perubahan tampak nyata  dikota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.

2.     Ciri-ciri Masyarakat Pedesaan
Dalam buku Sosiologi karangan Ruman Sumadilaga seorang ahli Sosiologi “Talcot Parsons” masyarakat pedesaan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Ø  Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta , kesetiaan dan kemesraan. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong, menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih.
Ø  Orientasi kolektif sifat ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas, yaitu mereka mementingkan kebersamaan , tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang berbeda pendapat, intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan.
Ø  Partikularisme pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja.(lawannya Universalisme)
Ø  Askripsi yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan.(lawanya prestasi).
Ø  Kekabaran (diffuseness). Sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung, untuk menunjukkan sesuatu. Dari uraian tersebut (pendapat Talcott Parson) dapat terlihat pada desa-desa yang masih murni masyarakatnya tanpa pengaruh dari luar.
PERBEDAAN MASYARAKAT KOTA & MASYARAKAT PEDESAAN
                                Masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan tentunya memiliki beberapa perbedaan antara satu dengan yang lain, masing-masing punya karakteristik tersendiri,  punya sistem yang mandiri, serta proses-proses sosial yang sangat berbeda, bahkan dikatakan “berlawanan”. Perbedaan itu diantaranya :
Masyarakat Pedesaan :
1.       Perilaku homogen
2.       Perilaku yang dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan
3.       Perilaku yang berorientasi pada tradisi dan status
4.       Isolasi sosial, sehingga statik
5.       Kesatuan dan keutuhan kultural
6.       Banyak ritual dan nilai-nilai sakral
7.       Kolektivisme

Masyarakat Perkotaan :
1.       Perilaku heterogen
2.       Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan
3.       Perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi
4.       Mobilitassosial,sehingga dinamik
5.       Kebauran dan diversifikasi kultural
6.       Birokrasi fungsional dan nilai-nilaisekular
7.       Individualisme





                                Akan tetapi walaupun demikian masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan saling berkaitan satu sama lain. Mereka saling melengkapi walaupun mereka memiliki perbedaan. Masyarakat perkotaan membutuhkan masyarakat pedesaan untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka, begitu pula masyarakat pedesaan membutuhkan peran masyarakat perkotaan untuk kebutuhan lapangan pekerjaan contohnya.
                                Maka dari itu walaupun mereka memiliki banyak perbedaan tetapi mereka saling membutuhkan satu sama lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ASPEK HUKUM DALAM PEMBANGUNAN

aspek hukum dalam jasa konstruksi Pada pelaksanaan Jasa Konstruksi harus memperhatikan beberapa aspek hukum : v   Keperdataan ; m...